Saturday, September 10, 2011

Amar Ma'ruf Nahi Mungkar

Hati yang pilu entah bisa diubat kembali, bukan senang untuk kembali berdiri setelah rebah jatuh untuk ke berapa kali. Penat dengan runtuman hati yang jatuh naiknya. Hidup menghidangkan kita dengan cabaran, hanya yang kuat sahaja mampu melaluinya dengan senyuman dan tawa, membawa bendera kegemilangan ke saat terakhirnya.

Manusia mengejar yang indah-indah sahaja, itu memang lumrah kehidupan. Tapi jika keindahan itu memporak perandakan, apa gunanya. Ku lihat garis perantaraan hitam dan putih kini jadi kelabu. Manusia lebih gigih mengikut hawa nafsu tanpa memikirkan lagi soal benar dan salah. Kecundang juga akhirnya kaum manusia kepada bisikan bisikan syaitan, yang tidak pernah gagal mengajak kita membuat kejahatan.

Amal ma'ruf nahi mungkar, itu lah satu-satu nya jalan penyelesaian. Kita sebagai khalifah di dunia, dihantar untuk menegur dan menyapa. Jika tidak mampu dengan lisan, di hati tidak mengapa. Sanggupkah melihat sahabat handai dan kaum keluarga sesat di jalan gelap itu?

Aku jua tidak sempurna, banyak yang perlu diubah. Ingin ke perlihatkan ke dunia, yang aku juga mampu menjadi kuat. Kuat zahir dan juga batinnya. Kuat iman dan perlakuannya. Permudahkahlah ya Allah, urusan dunia-ku ini.

No comments:

Post a Comment